5 Mei 2011

Suzuki Memasuki PG Krebet Baru Sebagai target Pemasran Terkoordinir

BULULAWANG – Suzuki menargetkan 10.000 unit motor terjual pada 2011 ini. Untuk mewujudkan impiannya itu, selain menciptakan produk terbaru, Suzuki juga menggandeng beberapa instansi dan perusahaan di wilayah Kabupaten Malang. Salah satunya adalah Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, Bululawang.

Hal itu dikatakan Area Sales Supervesior Suzuki Malang, Sugiono, kepada Malang Post saat acara pembukaan giling tebu 2011 PG Krebet Baru, kemarin siang. Menurutnya, tahun ini Suzuki harus lebih membumi dengan masyarakat dan cara lebih mendekat lagi ke masyarakat lewat perusahaan yang nota bene memiliki banyak karyawan dan pekerja.

“Ada banyak perusahaan yang nantinya akan digandeng Suzuki. Berapa target perusahaan dalam setahun, kami tidak tahu, karena saat ini masih dalam penjajakan terlebih dahulu. Tetapi Suzuki menargetkan untuk plat N, 10.000 unit motor harus terjual pada tahun ini,” ungkap Sugiono.

Ada dua sepeda motor Suzuki yang baru dilaunching dan kini diperkenalkan ke masyarakat yakni Suzuki Shogun Axelo. Jenis bebek 125 cc yang memiliki keunggulan CDI Unlimitir sehingga bisa digeber RPM lebih dari 9800. Dimana bisa menambah akselerasi dan power yang lebih cepat dan besar dibandingkan dengan Shogun seri lama.

Dan satu produk baru lainnya adalah Suzuki Hayate, motor matic dengan berkemampuan 125 cc. Motor ini memiliki filter dan fasiltas kenyamanan untuk pengendara saat berada di jalan raya. Bagasi matic ini juga lebih besar sehingga bisa untuk tempat menyimpan helm. Juga memiliki dobel shock beker belakang.

Keuntungan bagi perusahaan sendiri, menurut Sugiono, adalah pendapatan sepeda motor merek Suzuki bagi perusahaan akan lebih muda. Khususnya bagi karyawan di perusahaan. Itu karena Suzuki akan memberikan paket khusus pada karyawan, dengan memberikan kemudahan pengangsuran. “Kami juga memberikan servis gratis kendaraan selama setahun,” ujarnya.(agp/eno)
read more...

Rossy Ratnaliyona Margareth Piecesha dari SMAN 1 Bululawang Mengikuti Gelar Akbar putri kartini

Gelaran akbar Putri Kartini 2011 akhirnya dimulai juga, sobat. Kemarin pagi, acara besar ini diawali dengan Technical Meeting (TM). Seluruh peserta yang jumlahnya 46 orang ini sudah touch up dan dress up komplit, loh. Sudah rapi dan cantik karena mereka memang ingin tampil dengan maksimal dan bisa memukau dewan juri yang meng-interview mereka.

Ternyata eh ternyata, nggak hanya penampilan mereka saja yang bisa menarik dewan juri yang terdiri dari Dewi Yuhana S.Psi, Abdul Halim dan Febrian Nur Annisa. Bakat yang mereka tampilkan di ruang interview juga membuat ketiga juri berdecak kagum.
Yup, para pesera Putri Kartini 2011 memang tidak hanya bermodalkan kecantikan fisik saja. Mereka juga berlomba-lomba menunjukkan bakat terbaik yang mereka miliki karena talent merupakan salah satu faktor penting penilaian. Nggak heran jika semuanya tampil penuh totalitas.

Dari pengamatan M-Teens, kebanyakan bakat yang ditampilkan oleh para peserta adalah menyanyi dan menari. Suara pesertanya bagus-bagus banget, sobat. Nggak kalah deh dengan suara penyanyi-penyanyi muda berbakat Indonesia. hoho.
Selain menyanyi, banyak juga yang menampilkan bakat menari. Tari yang ditampilkan oleh para peserta adalah tidak melulu modern dance. Tetapi banyak juga yang membawakan tarian tradisional seperti beskalan, remo dan masih banyak lagi. Ini membuktikan sobat bahwa bagi generasi muda kota Malang yang sudah modern namun mereka nggak melupakan budaya bangsa sendiri. Wah, salut deh buat para peserta Putri Kartini tahun ini.

Untuk aksi unjuk bakat ini, nggak sedikit peserta yang membawa peralatan dari rumah khusus untuk unjuk kebolehan di depan dewan juri. Salah satunya adalah Hany Noviya dari SMKN 4 Malang. Cewek yang memiliki bakat bermain pianika ini sengaja membawa dari rumah alat musik yang mirip piano namun ditiup ini.
Setelah gadis berdarah Cina ini masuk ke ruang interview, ia sudah bersiap untuk unjuk kebolehan di hadapan para dewan juri. Nggak sia-sia sobat perjuangannya membawa dari rumah pianika dan perlengkapannya untuk mendongeng karena dia telah berhasil membuat juri terhibur dan tertawa. “Aku tadi unjuk bakat story telling. Judulnya adalah ‘Nyanyian nenek’. Syukur tadi bisa berjalan dengan lancar,” ungkap cewek yang juga memiliki bakat fotografi ini.

Lain dengan Dahlia Permatasari dari SMPN 4 Malang. Cewek yang pernah membintangi iklan produk olahan sapi ini mengaku akan menampilkan bakatnya menjadi MC. Karena cewek yang satu ini nggak hanya gemulai berlenggak-lenggok di atas catwalk saja sobat, namun dia juga ahli dalam membius penonton. Hehe.
“Kebetulan aku sudah sering menjadi MC di berbagai acara. Apalagi kalau acara model gitu. Aku juga bisa nyanyi kok. Juga sering tampil di beberapa kesempatan,” cuap gadis berwajah ayu ini.

Kalau sobat M-Teens penasaran dengan unjuk bakat yang dibawakan oleh para peserta, jangan lupa datang di ajara grand final Putri Kartini 2011 yang akan digelar Minggu (8/5) mendatang di Jl Tugu. Memang tidak semua peserta akan unjuk bakat di hadapan penonton, tetapi sepuluh besar terbaik yang akan tampil dan menghibur kita. (ayu/nda)

Peserta dari Lawang sampai Dampit
Peserta Putri Kartini tahun ini tercatat mencapai angka 46 orang. Menariknya, para peserta yang ikutan gawe besar M-Teens Malang Post ini nggak hanya dari Kota Malang saja. Tapi banyak juga yang berasal dari Kabupaten Malang yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari Kantor Malang Post yang terletak di Jl Sriwijaya 1-9. Di sisi utara yang paling jauh berasal dari Lawang, sementara di sisi selatan rekor dipegang peserta dari Dampit.
Wow! Menarik kan sobat. menariknya lagi nih, meski mereka datang dari jauh tapi mereka tetap semangat. Nggak telat datang dan yang pasti mereka sudah mempersiapkan bakat mereka dengan sebaik-baiknya. Perjuangan mereka benar-benar patut diacungi jempol sobat.
Salah satu peserta yang datang dari jauh adalah Ananda Silvi Ayu Eka. Pelajar SMPN 1 Tumpang ini mengaku datang dan mulai persiapan sejak pagi-pagi buta loh, sobat. “Kan karena rumahku agak jauh dari sini, jadi persiapannya juga harus lebih awal. Sejak pagi jam lima aku sudah mempersiapkan semuanya dengan maksimal,” jelas gadis ayu ini.

Cewek yang tergabung dalam salah satu agensi model di Malang mengatakan jika dia tertarik untuk mengikuti pemilihan Putri Kartini 2011 karena untuk mengasah bakatnya. Cewek ini memang patut diacungi bakat sobat. Karena selain cantik dia juga memiliki bakat lainnya sobat. “Aku nanti akan menampilkan bakat menariku. Karena aku juga bisa menari juga,” jelasnya.
Lain dengan Rossy Ratnaliyona Margareth Piecesha dari SMAN 1 Bululawang. Cewek yang akrab disapa Rossy ini mengatakan jika dia berangkat pukul 08.00 agar tidak telat mengikuti TM. “Kalau untuk make up-nya aku bisa cepat, kok.

Tapi kalau perjalanannya cukup memakan waktu juga,” terang juara I Indonesia model 2010 ini.
Ternyata peserta Putri Kartini 2011 banyak sekali yang dari Malang Selatan. Ini juga merupakan salah satu pembuktian sobat, bahwa walaupun dari Malang Selatan tapi banyak juga bibit-bibit potensi yang bisa mereka tampilkan. Dari SMAN 1 Kepanjen saja tercatat sebanyak lima peserta. Belum yang dari daerah lainnya seperti Yo Masenwa yang berasal dari SMPN 1 Dampit.

Salah satu peserta dari SMAN 1 Kepanjen. Maryam Ade Lina mengaku jika dirinya memang ingin mengikuti ajang seperti ini. Asal tahu aja sobat, Putri Kartini 2011 ini memang menjadi ajang perdana baginya. “Aku nggak pernah ikut pemilihan seperti ini. Tapi aku harus yakin walau aku yang nggak ada basic model juga patut ikut pemilihan seperti ini,” ungkapnya.

Lina mengungkapkan jika selama proses interview dan menunggu giliran untuk unjuk bakat, dia harus tetap menjaga keoptimisan, walaupun banyak saingan yang dia anggap cukup berat karena tidak hanya cantik tapi juga memiliki prestasi yang bejibun.
“Semua orang kan pasti dibekali dengan bakat, dan di sini aku juga ingin mengembangkan bakatku,” jelas cewek yang juga anggota OSIS ini.
Laudza Najuba yang juga berasal dari SMAN 1 Kepanjen mengatakan jika sebelumnya cewek ini juga pernah mengikuti pemilihan seperti ini. Hanya bedanya, jika pemilihan yang dia ikuti lingkupnya hanya dari dari satu sekolah. Berbeda dengan pemilihan yang dia ikuti kali ini yang mencakup Malang Raya. “Dulu juga pernah ikut Pemilihan Putra dan Putri SMANEKA. Dan aku jadi wakil I Mbak SMANEKA 2011,” terangnya.

Sementara itu, Anandita Wardani yang berasal dari almamater yang sama mengatakan jika dengan dirinya mengikuti ajang seperti ini bisa dipakai untuk pembuktian bahwa nggak hanya warga Kota Malang saja yang bisa ikut pemilihan yang diadakan di Kota Malang. “Kalau aku melihat, di Kabupaten itu sedikit dari remaja yang membaca koran. Kalau aku jadi Putri Kartini, mungkin aku akan benar-benar menumbuhkan budaya baca Koran. Terutama baca M-Teens Malang Post,” jelas gadis ini. Sippp! (ayu/nda)

Sumber
read more...

Akan Dibangun Dua Pabrik Gula

MALANG-Petani tebu di Kabupaten Malang bakal mengalami kenaikan pendapatan perkapita. Saat ini Kabupaten Malang dilirik menjadi lokasi pembangunan dua pabrik gula dari perusahaan berbeda. Yakni rencana investasi pabrik gula milik Duta Plantation serta rencana pembangunan pabrik milik PT Rajawali.
Dari dua rencana investasi itu, PT Rajawali yang terlihat lebih serius dalam realisasi pembangunan. Hal itu ditegaskan oleh Ir Purwanto Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Malang, kemarin. Menurut Purwanto, PT Rajawali sudah melakukan feasibility study (FS) terhadap rencana pembangunan pabrik gula di Kabupaten Malang.
“Yang sudah jelas adalah dari Rajawali karena sudah melakukan FS, hanya saja Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) meminta agar FS dilakukan oleh Sucofindo,” terang Purwanto.
Mengenai rendemen tebu, kata Purwanto saat ini dua pabrik gula yakni PG Krebet dan PG Kebonagung baru saja melakukan giling. Rendemen masih rendah sebab kualitas tebu dari petani masih terpengaruh musim penghujan. Dia menargetkan pada pertengahan tahun nanti rendemen sudah bagus mencapai poin tujuh.

“Target rendeman kita tujuh, kalau awal giling seperti ini memang biasanya rendah apalagi karena cuaca sedang hujan,” tegasnya.

Namun persoalan yang mempengaruhi rendemen bukan melalui mengenai air yang disebabkan penghujan. Kata Purwanto jenis varietas yang ditanam oleh para petani juga mempengaruhi harga beli oleh pabrik gula. Saat ini para petani lebih suka menggunakan varietas jenis BL (Bululawang).
“Rendemen juga dipengaruhi varietas, kalau bagus maka harganya juga bagus,” pungkasnya.

Sementara itu seorang petani tebu sekaligus anggota DPRD Kabupaten Malang Purnomo Anwar berharap investasi itu didukung oleh Pemerintah. Menurut dua, dengan munculnya pabrik gula yang baru maka pendapatan perkapita para petani tebu di Kabupaten Malang bakal meningkat.

“Untuk menaikkan pendapatan perkapita petani tebu jalan satu-satunya adalah harus ada pabrik gula baru,” tegasnya.

Mengenai investasi Duta Plantation, politisi Golkar itu menegaskan bahwa pihak DPRD sudah membantu. Saat ini tawaran investasi dari Duta masih melalui proses perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jakarta. Sebagai tindaklanjut dari investasi itu, kata Anwar DPR-RI juga melakukan peninjauan beberapa waktu lalu.
“DPR-RI menanyakan berapa areal tebu di Kabupaten Malang, apakah dengan munculnya pabrik gula yang baru nanti produksinya bisa mencukupi,” pungkasnya.(ary/jon)
read more...

Jambret Kalung Dihakimi Massa Di Bululawang

Astoko
BULULAWANG-Aksi perampasan kalung emas atau jambret yang sering terjadi di jalanan, menguncang wilayah hukum Polres Malang, kemarin. Pelakunya, Astoko, 25 tahun, warga Dusun Klakah Desa Patokpicis Kecamatan Wajak.

Astoko ditangkap dan dihajar massa setelah menjambret kalung emas seberat sepuluh gram milik Khusni Indah Amalia, 24 tahun warga Jalan Surapati RT 13 RW 4 Kecamatan Bululawang. Khusni Indah dengan berani menarik baju pelaku hingga terjatuh dari motornya saat hendak kabur. Satu pelakunya lagi berinisial PT, berhasil lolos dari kepungan massa.

Modus yang dilakukan komplotan pelaku tergolong rapi karena ada pembagian tugas dalam melancarkan aksinya. Mereka menaiki sepeda motor Vega nopol N 5408 ES untuk datang ke tempat kerja korban. Korban adalah pekerja warnet dan kafe milik Mutmainah, 28 tahun, di jantung Bululawang.
Sampai di depan warnet, PT duduk di atas sepeda motor sedangkan Astoko memesan dua ice juice. Khusni Indah membuat ice juice kemudian membawa dua gelas untuk diberikan kepada Astoko. Saat itulah pelaku beraksi dan merampas kalung yang dikenakan Indah hingga putus.

Dalam waktu singkat Astoko berhasil naik dalam boncengan PT dan bersiap kabur. Namun rupanya, Indah dengan keberanian berlari ke arah pelaku dan menarik jaket Astoko. Pelaku terjatuh kemudian berlari dan meninggalkan sepeda motor yang ambruk.

Mereka kocar-kacir lantaran Indah berteriak sehingga mengundang warga sekitar warnet ke lokasi. Astoko memilih kabur kemudian tiarap di kebun singkong, sedangkan PT pergi ke jurusan lain. Warga sebetulnya sempat kehilangan jejak kedua pelaku, namun apesnya persembunyian Astoko diketahui anak kecil.

Pemuda itu dihajar massa, malah telinga kirinya cuil diperkirakan kena gigitan warga yang kalap. Polisi yang datang ke TKP membuat aksi penghakiman itu berhasil diredam. Rupanya dihadapan polisi, Astoko mengaku pernah mencuri diberbagai tempat. Diantaranya mencuri sapi di Kecamatan Dampit dan di Kecamatan Wajak. Bahkan dia juga pernah mencuri rokok di Desa Blayu Wajak serta mencuri ayam di kecamatan yang sama.
“Dia dihakimi warga, saat ini kami kembangkan dengan mengejar tersangka lain berinisial PT. Kemungkinan aksi perampasan itu juga pernah dilakukan di TKP lain,” papar Kapolsek Bululawang Kompol Mujiono, kemarin.(ary/jon)

SUmber
read more...