30 April 2011

Disnaker Lambat Selesaikan Kasus Asindo

 MALANG – DPRD Kab. Malang menuding Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat lamban menyelesaikan kasus perselisihan perburuan di pabrik PT Asindo Karsa Jaya. Kasus ini dipicu PHK sepihak terhadap 84 karyawan di sana dengan pesangon relatif kecil.

Atas kebijakan manajemen itu, para buruh di sana menggelar aksi demo setelah persilisihan itu tak kunjung selesai, meski sudah berlangsung hampir 6 bulan. Atas kasus ini, Budi Kriswiyanto, anggota Komisi B DPRD Kab. Malang mendesak Disnaker segera menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak bnerlarut larut dan tidak menimbulkan kerugian pada kedua belah pihak dan masyarakat. “Coba difasilitasi ketiganya untuk duduk satu meja biar ada solusi terbaik. Perselisihan itu tak merugikan kedua pihak juga berimbas ke masyarakat, seperti adanya demo yang menganggu kenyamanan dan ketertiban,” ungkapnya, Rabu (20/4) pagi tadi.

M. Yahya(27) karyawan bagian produksi mengaku sudah bekerja sepuluh tahun, tiba-tiba tanpa mengetahui kesalahannya di PKH dengan mendapat pesangon Rp 1,7 juta. Padahal sebelumnya, karyawan dengan masa kerja sama yang bernasib sama, telah mendapat pesangon Rp 24 juta.
Yahya, yang juga bertindak sebagai kordinator aksi ini menambahkan kali ini pabrik mem-PHK 84 karyawan. Pihaknya tidak bisa menerima putusabn sepihak itu, sehingga menggelar aksi demo dengan mendapat dukungan dan simpati warga sekitarnya. “Kami melakukan aksi, setelah advokasi dari SPBI tidak menunjukkan kejelasan,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Djaka Ritamtama dari hasil pertemuan anatara manajement dengan para buruh serta Disnaker untuk mengambil kesepakatan hari ini di suatu tempat tertentu.
Menurutnya karyaran yang di PHK sepihak itu meminta dipekerjakan kembali di perusahaan tersebut. Dalam kasus perburuan ini, pihak berpatokan pada Undang Undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala Disnaker Djaka Ritamtama mengatakan sudah terjadi kesepakatan dengan warga dan para karyawan yang sudah diPHK . Mereka melakukan usulan yang tidak tertulis dimana akan dibawah ke pihak manajemen .

Dalam pertemuan itu dilakukan di Dusun Sentulan Desa Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang dengan dihadiri Kepala Desa Krebet serta perwakilan warga. Dalam kesepakatan warga yang terimbas dari bau cair dari limbah akan mendapatkan kompensasi berupa fasilitas umum serta MCK serta perbaikan gorong gorong dimana akan disampaikan ke manajement tanggal 20 april 2011.

Sedangkan kesepakatan dengan karyawan yang mengabdi kerja di 5 tahun ke atas akan mendapatkan uang pesangon 3,5 juta. Karyawan yang sudah bekerja 9 tahun ke atas akan mendapatkan uang pesangon 6 juta. “tetapi tetap akan dilalaui melalaui mekanisme melalaui rapat tri partit,” bebernya. md3
read more...

Rajawali Nusantara Indonesia Akan MEnambah PAbrik Gula Di Malang

Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) siap mendirikan pabrik gula di wilayah Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, untuk memperbesar kapasitas produksi pabriknya.

Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan RNI dan PT Sucofindo sudah melakukan survei di Kalipare. Hasilnya, Rajawali siap menginvestasikan sekitar Rp 1 triliun untuk pembangunan pabrik gula di atas lahan seluas 200 hektare.

“Namun belum bisa kami pastikan desa yang menjadi lokasi pendirian pabriknya karena masih harus menunggu studi kelayakan selesainya. Kami harapkan pada 2012 pabrik gula baru itu sudah bisa beroperasi,” kata Rendra, Selasa (26/4).

Rencananya, pabrik gula milik RNI berproduksi sebanyak 8 ribu ton per hari. RNI memang ingin menambah kapasitas produksi pabriknya dari 32.900 ton per hari menjadi 42.650 ton per hari untuk memenuhi besarnya kebutuhan gula dalam negeri.

Rendra sangat berharap, dengan kapasitas produksi sebanyak ini, akan terserap sekitar 700 pekerja tetap dan 2.500 pekerja musiman, sekaligus mampu menyerap produksi gula dari kecamatan lain di luar Kalipare, seperti Kecamatan Bantur, Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Donomulyo, serta Kecamatan Wlingi (Kabupaten Blitar) yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Selama ini produksi tebu terserap oleh PG Kebonagung di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisasi, dan PG Krebet Baru di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang. Jika ada kelebihan, maka dikirim ke pabrik gula lain di Jawa Timur, seperti tiga pabrik gula di Sidoarjo (Candi, Krembung, Toelangan) dan PG Gempol Kerep di Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, keberanian RNI berinvestasi membuktikan Kabupaten Malang sangat menarik bagi investor. Sejak 2006 hingga triwulan pertama tahun ini, realisasi penanaman modal di Kabupaten Malang mencapai Rp 6,25 triliun, sebesar Rp 4,34 triliun di antaranya merupakan jumlah penanaman modal tahun 2006.

Rendra memastikan pemerintahannya sangat siap menerima investor pabrik gula. Sejak 2010 pemerintah setempat sudah menyiapkan 261 ribu hektare lahan tanaman tebu baru untuk memenuhi program swasembada gula nasional. Saat ini Kabupaten Malang memiliki lahan tanaman tebu seluas 139 ribu hektare.

PG Kebonagung dan PG Krebet Baru masing-masing baru mampu memproduksi 115 ribu dan 175 ribu ton gula per tahun atau baru menyumbang sekitar 20 persen dari seluruh produksi nasional yang sekitar 2,6 juta ton. Namun, konsumsi gula nasional justru mencapai 4,6 juta ton per tahun sehingga terdapat kekurangan 2 juta ton gula lagi.

Bersama Banyuwangi, Mojokerto, dan Tuban, Kabupaten Malang diminta pemerintah pusat untuk membantu program swasembaga gula nasional. Di luar Jawa Timur, masih ada 11 daerah lagi yang diproyeksikan menjadi sentra swasembada gula nasional pada 2014.
read more...

Dikira Bau Bangkai Tikus ternyata Mayat Manusia


INILAH.COM, Malang- Tewasnya Sueb (52), warga Jalan Kauman RT19/RW05, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jumat (29/4/2011) siang diyakini warga sekitar sudah lebih dari empat hari. Pasalnya, Sueb sudah tidak kelihatan batang hidungnya sejak Minggu 24 Januari lalu.

Wihana (43), tetangga Sueb saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, korban sudah tidak terlihat sejak Minggu. Namun, pada Sabtu malamnya, sejumlah warga masih melihatnya begadang di kampung.

"Perkiraan kami korban sudah meninggal di dalam kamar pada hari Minggu," ungkapnya.

Wihana menegaskan, sejak korban tidak terlihat, rumah korban selalu tertutup rapat. Jika malam, lampu rumah mati. Hanya ada cahaya lampu dari dalam kamar korban. Itupun, tidak terlihat karena jendela kamar tertutup rapat.

Hal yang sama juga ditegaskan Nuryati. Perempuan 35 tahun yang tinggal di samping rumah korban mencium bau menyengat. "Warga memang mencium bau yang menyengat sejak tiga hari lalu. Saya kira bau menyengat itu berasal dari bangkai tikus. Nggak tahunya korban sudah tewas dengan kondisi membusuk," terang Nuryati.

Sementara itu, menurut pengakuan Rudi (26), mantu keponakan korban yang tinggal satu desa, tiga hari lalu anak angkat korban bernama Amin sempat datang menjenguk. Tapi, karena pintu rumah tertutup rapat, Amin akhirnya kembali pulang karena dikira korban sedang bepergian.

"Rabu lalu anak angkatnya datang kesini. Tapi, rumah dalam keadaan terkunci rapat. Pasalnya, korban memang kerap tidak ada di rumah," beber Rudi saksi mata sekaligus pemuda yang menemukan jasad Sueb pertama kali.

Menurut Rudi, korban tinggal sendirian di rumah setelah istrinya meninggal dunia empat bulan lalu karena sakit diabetes. Rudi bahkan pernah mengajak Sueb tinggal di rumahnya. Sebagai saudara, ia tidak tega membiarkan Sueb tinggal seorang diri. Namun, permintaan Rudi ditolak korban karena alasan takut merepotkan keluarga Rudi.

"Istrinya baru saja meninggal. Beberapa hari lalu menginjak 100 harinya. Korban memang punya sakit darah tinggi dan diabetes.(beritajatim.com/ndr)
read more...

29 April 2011

Foto - Foto MINU Bululawang







read more...